Penyakit Kelamin Pria Chancroid Bisa Menular, Kenali Gejalanya Sekarang!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

chancroid adalah infeksi menular seksual berbahaya

Salah satu penyakit kelamin pria yang berbahaya selain raja singa (sifilis) dan herpes kelamin, penyakit chancroid juga perlu diwaspadai. Pasalnya, chancroid adalah penyakit menular seksual yang bisa berpindah pada organ vital wanita dan bisa menginfeksi pasangan Anda dengan mudah. Karena itu, Sahabat Pandawa sebaiknya mengenal baik seperti apa penyakit kelamin Chancroid ini.

Melansir healthline, chancroid ini pada dasarnya merupakan infeksi bakteri Haemophilus ducreyi yang terjadi pada alat vital dan pasangan Anda. Sebagai akibatnya, alat genital menjadi luka dan bengkak dan membuat bakteri tadi semakin betah. Bahkan, bakteri penyebab penyakit lain juga dengan senang hati berdiam pada alat kelamin pasangan Anda. Berikut penjelasan chancroid, dapat dilihat dari gejala, penyebab hingga pengobatan.

 

Apa itu Penyakit Kelamin Chancroid?

Chancroid adalah infeksi menular seksual yang menyebabkan munculnya ulserasi pada area kemaluan. Penyakit kelamin ini dapat/tidak diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening area selangkangan (inguinal limfadenopati).

Jumlah kejadian penyakit kelamin secara global saat ini sudah jauh menurun. Namun, diperkirakan masih dapat ditemukan di beberapa area yang kurang berkembang di Asia, Afrika, dan Karibia. Penyakit kelamin ini umumnya dijumpai pada pria daripada wanita, pada pria yang tidak disunat daripada yang melakukan sirkumsisi, dan pada populasi pekerja seks komersial serta pengguna narkoba.

Adanya penyakit kelamin, sebagai salah satu bentuk infeksi menular seksual dengan ulserasi, meningkatkan risiko transmisi HIV sebanyak 10–50 persen pada wanita dan 50–300 persen pada pria.

 

Penyebab Chancroid

Penyebab chancroid adalah infeksi bakteri Haemophylus ducreyi. Dimana bakteri gram negative, anerobik, berbentuk basillus dan sangat infektif. Bakteri ini hanya menimbulkan penyakit pada manusia. Bakteri ducreyi bisa masuk ke kulit manusia melalui membrane mukosa yang terganggu dan menyebabkan reaksi peradangan lokal.

Bakteri ini menghasilkan racun cytocidal distending toxin, dimana menyebabkan berhentinya siklus sel dan kematian sel tubuh manusia. Akibatnya, akan timbul ulserasi, umumnya pada bagian kelamin.

Lewat hubungan seksual bakteri tersebut menular dengan kontak langsung dengan lesi purulent atau autoinokulasi pada bagian tubuh non-seksual, seperti mata atau kulit. Setelah tertular, gejala akan muncul dalam jangka waktu 1–2 minggu.

 

Tanda-tanda atau Ciri Penyakit Kelamin Chancroid

Ciri-ciri atau gejala chancroid adalah diawali munculnya lesi/ luka peradangan berupa benjolan kecil kemerahan dan nyeri. Pada beberapa waktu kemudian benjolan kecil ini dapat terkikis dan membentuk ulkus bawah yang dalam dan terasa nyeri.

Tanda yang umumnya muncul pada penderita chancroid adalah:

  • Ulkus multipel, dalam, dan nyeri pada kelamin dengan tepi tidak rata. Pada pria seringnya terdapat pada preputium dan lingkar kepala penis (koronal sulkus). Sedangkan wanita umumnya terdapat pada vulva, dalam kasus jarang bisa ditemukan pada serviks.
  • Pada mereka yang melakukan hubungan seksual secara anal, ulkus ini dapat ditemukan di sekitar anus.
  • Dapat muncul lesi selain pada kelamin akibat inokulasi secara tidak sengaja, misalnya pada jari.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening area selangkangan yang terasa nyeri.
  • Komplikasi pada pria terbentuknya fimosis, dan phagadenia (ulkus nekrotik yang berkembang secara cepat pada jaringan penis). Komplikasi pada wanita adalah terbentuknya bubo.

 

Diagnosis

Diagnosa dilakukan antara lain dengan pengambilan sampel cairan yang keluar dari luka/abses. Pemeriksaan darah tidak dapat dilakukan untuk mendiagnosa chancroid. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik terkait pembengkakan kelenjar limfa yang terjadi pada pasien.

Berikut kriteria yang dapat digunakan untuk membantu menentukan diagnosis chancroid adalah:

  • Adanya satu atau lebih ulkus pada kelamin yang terasa nyeri
  • Penjelasan klinis, berupa ulkus kelamin dan limfadenopati inguinal (jika ada) yang khas untuk chancroid
  • Pasien tak terkena infeksi dengan pallidum yang dibuktikan dengan pemeriksaan lapangan gelap (darkfield) dari eksudat ulkus atau pemeriksaan serologi sifilis yang dilakukan setidaknya 7 hari setelah munculnya gejala ulkus
  • Hasil pemeriksaan eksudat ulkus negatif pada pemeriksaan PCR HSV atau kultur HSV.

 

Bahaya dan Komplikasi Penyakit Chancroid

Penyakit Chancroid ialah salah satu infeksi menular seksual, dan dibutuhkan diagnosis serta menjalani pengecekan merata untuk menentukan keberadaan infeksi menular seksual yang lain, termasuk HIV. Indikasi umumnya berkurang 3- 7 hari sehabis penyembuhan. Waktu untuk penyembuhan bergantung pada besarnya ulkus. Ulkus yang besar dapat memerlukan waktu hingga 2 minggu untuk sembuh total.

Chancroid pasalnya dapat hilang tanpa meninggalkan sisa luka jika diatasi dengan baik. Namun jika penyembuhan tidak berjalan mulus, ulkus ini bisa bertahan beberapa minggu hingga berbulan- bulan (umumnya 1- 3 bulan).

Tidak hanya itu, dapat muncul komplikasi, semacam abses (bisul) besar di lipat paha, infeksi sekunder (tambahan) bakteri lain, atau fimosis (kondisi yang umumnya dirasakan oleh laki- laki yang belum/ tidak disunat, dimana kulup penis menempel pada kepala penis).

Sepanjang fase penyembuhan penyakit kelamin ini, pengidap wajib berhenti melaksanakan hubungan seksual, lebih- lebih apabila tidak menggunakan pengaman, tunggu sampai luka terbuka sembuh. Pasangan pengidap juga wajib diperiksa serta diatasi tanpa memperhatikan indikasi yang dialami, lebih- lebih bila melaksanakan hubungan seksual dengan pengidap dalam kurun waktu 10 hari saat sebelum indikasi timbul.

 

Pengobatan Chancroid di Klinik Pandawa

Setelah mengetahui penyakit chancroid adalah infeksi menular seksual akibat bakteri yang berbahaya dan Anda butuh penanganan yang khusus. Terlebih bila Anda merasa gejala atau ciri di atas, segera konsultasikan pada ahlinya.

Pengobatan tidak hanya diberikan kepada penderita chancroid saja, namun juga untuk pasangan seksual dari penderita. Terutama yang melakukan hubungan seksual dengan penderita dalam jangka waktu 10 hari sebelum munculnya gejala.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, sehingga pengobatan yang diberikan adalah antibiotik. Pengobatan penyakit kelamin yang berhasil akan menyembuhkan infeksi, memperbaiki gejala dan keluhan dan mencegah transmisi infeksi kepada orang lain. Walaupun demikian, terdapat risiko terjadi jaringan parut (scar) walaupun pengobatan sukses.

Klinik Pandawa memiliki banyak pasien dengan penyakit Chancroid dengan berbagai penyebab dan komplikasi. Telah banyak pasien yang telah pulih dan merasa puas dengan pelayanan kami.

Hubungi layanan konsultasi kami untuk pengobatan dan informasi lebih lanjut dengan menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337 whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Segera Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter ahli Kami