Gejala dan Bahaya Penyakit Erosi Serviks

Gejala dan Bahaya Penyakit Erosi Serviks

Penyakit erosi serviks adalah luka lecet atau peradangan pada mulut rahim yang disebabkan infeksi akut atau infeksi kronis. kenali gejala dan bahanyanya


Ada banyak wanita mengalami penyakit erosi serviks dan tidak mengetahuinya. Hal ini dikarenakan serviks adalah organ bagian dalam dari alat kelamin wanita sehingga tidak tampak oleh mata. Terkadang penyakit erosi serviks ringan tidak menimbulkan gejala apapun. Namun lama kelamaan dari penyakit erosi serviks ringan bisa menjadi penyakit erosi serviks yang berat bahkan bisa disertai penyakit kista serviks dan penyakit polip serviks. Penyakit erosi serviks ini tidak boleh dibiarkan atau dianggap sepele sebab bisa beresiko dan berkembang menjadi penyakit kanker serviks. Apa itu penyakit erosi serviks ? Apa penyebabnya ? Bagaimana gejalanya ? Apa bahayanya ? Bagaimana pengobatan yang tepat dan efektif untuk penyakit erosi serviks ?

 Apa Itu Penyakit Erosi Serviks ?

Penyakit erosi serviks adalah luka lecet atau peradangan pada serviks (mulut rahim) yang umumnya disebabkan oleh adanya infeksi akut atau infeksi kronis. Penyakit erosi serviks ini sering diderita pada wanita yang sering mengalami keputihan atau hubungan seksual gonta ganti pasangan. Organ serviks merupakan bagian dari uterus atau rahim yang berada di bagian bawah rahim, yang menghubungkan uterus dengan vagina atau disebut dengan leher rahim. Penyakit erosi serviks memang jarang terdengar, dan beberapa menganggap penyakit erosi serviks ini hal yang normal dan sebagian besar pula beranggapan penyakit erosi serviks  suatu penyakit serius atau penyakit berat. Penyakit erosi serviks sering ditemui pada wanita yang sudah menikah. Pada umumnya penyakit erosi serviks dijumpai dengan adanya keputihan yang sering, banyak dan tidak normal dan bisa timbul nyeri dan plek darah saat berhubungan seksual. Namun adapula wanita yang tidak mengalami gejala dan diketahui adanya penyakit erosi serviks ketika dilakukan kolposkopi, pap smear atau biopsi. Apakah penyakit erosi serviks berbahaya ?  Untuk mengetahui lebih lanjut  berikut penjelasan.

 

Gejala Penyakit Erosi Serviks Yang Harus Diketahui

Ada beberapa gejala atau ciri-ciri wanita dengan penyakit erosi serviks. Erosi serviks terjadi karena terkelupas dan rusaknya jaringan epitel skuamosa yang melapisi serviks. Adapun gejala yang timbul pada penyakit erosi serviks antara lain :

  • Setiap wanita yang mengalami penyakit erosi serviks bisa memiliki tampilan yang berbeda-beda karena tergantung tingkat ringan atau beratnya penyakit erosi serviks.
  • Adanya selaput lendir yang mengelilingi mulut serviks
  • Adanya peradangan aktif pada mulut serviks yang berwarna merah terang
  • Mudah berdarah ketika disentuh

Ada beberapa tahapan penyakit erosi serviks dengan gejala klinis yang berbeda-beda. Penyakit erosi serviks dibagi berdasarkan luas erosi serviks dan terdiri dari 3 tingkatan yaitu erosi serviks  ringan, erosi serviks sedang dan erosi serviks berat. Kategori erosi serviks kurang dari 1/3 area disebut erosi serviks ringan, jika 1/3-2/3 disebut sedang atau menengah, dan jika luas 2/3 disebut erosi serviks tingkat berat atau sudah parah.

 

Beberapa tingkatan penyakit erosi serviks antara lain :

  • Erosi serviks ringan :

Timbul erosi serviks sebanyak 1/3 total luas rahim, pada umumnya tidak ada gejala yang jelas, kerusakan kecil dan masih muda untuk diobati. Adanya pertambahan keputihan seperti keputihan warna kuning, keputihan parulen atau berair, dan disertai dengan rasa gatal kelamin bagian luar dan bau tak sedap.

  • Erosi serviks sedang :

Timbul erosi serviks sebanyak 1/3-2/3 total luas rahim, gejala yang timbul terjadi peningkatan keputihan, vagina berbau, warna kuning, adanya rasa gatal, nyeri saat berhubungan bahkan mengalami perdarahan.

  • Erosi serviks berat    :

Timbul erosi serviks sebanyak >2/3 total luas rahim, gejala yang timbul vagina berbau, keputihan berdarah, frekuensi kencing sering, nyeri saat berhubungan dan disertai perdarahan yang tidak beraturan.

 

Penyebab Penyakit Erosi Serviks

Penyebab penyakit erosi serviks antara lain :

  • Wanita yang berusia muda yang sudah melakukan hubungan seksual
  • Adanya perlakukan kekerasan seksual yang kasar dan sering
  • Adanya infeksi virus, bakteri dan jamur
  • Adanya perubahan hormone
  • Penggunaan KB seperti AKDR dan PIL
  • Wanita dengan riwayat hubungan seksual yang berganti pasangan.

 

Bahaya Penyakit Erosi Serviks Jika Tidak Diobati

Pada prinsipnya apapun sakitnya bisa menimbulkan konsekuensi jika tidak diobati dengan benar. Bahaya penyakit erosi serviks jika tidak diobati antara lain :

  • Bisa menimbulkan keputihan menahun, banyak, bau dan hubungan seksual yang tidak nyaman
  • Bisa meningkatkan faktor resiko berbagai infeksi.
  • Bisa meningkatkan faktor resiko terkena penyakit kista dan polip serviks
  • Bisa meningkatkan faktor resiko terkena penyakit kanker serviks
  • Bisa menghambat kesuburan dan kehamilan
  • Bisa menganggu hubungan seksual dengan pasangan

 

Bagaimana Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Erosi Serviks Di Klinik Pandawa ?

Beberapa hal-hal yang penting untuk dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit erosi serviks antara lain :

  • Menjaga kebersihan vagina
  • Jangan sembarangan memakai antiseptik dan pengharum vagina
  • Jangan berhubungan seksual dengan banyak pasangan
  • Segera melakukan pengobatan jika timbul gejala keputihan dan bau vagina
  • Hindari pemakaian alat bantu seksual dengan cara kasar dan tajam
  • Segera bersihkan vagina setelah hubungan seksual
  • Waspada pemakaian alat kontrasepsi IUD

Sebelum melakukan pengobatan untuk penyakit erosi serviks perlu dan penting untuk dilakukan screening laboratorium terhadap kuman-kuman penyebab agar pengobatan bisa lebih tepat sasaran dan lebih maksimal. Jangan anggap sepele dan jangan obati sendiri jika anda mengalami penyakit erosi serviks. Segera konsultasikan kedokter.

Tidak sedikit wanita yang mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit erosi serviks langsung membeli obat tanpa adanya anjuran dokter. Namun, pengobatan yang seperti ini hanya akan menambah kondisi penyakit erosi serviks bertambah parah bahkan berisiko penyakit erosi serviks kambuh berulang. Pengobatan penyakit erosi serviks yang berbeda-beda harus didasarkan pada tingkat berat ringannya penyakit erosi serviks dan kondisi tubuh pasien. Jika sembarangan mengambil tindakan juga dapat mengakibatkan kondisi penyakit erosi serviks semakin parah dan kambuh kembali.

Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam melakukan pengobatan penyakit-penyakit ginekologi (kelamin) khususnya pengobatan penyakit erosi serviks. Klinik Pandawa memiliki fasilitas yang sangat memadai serta alat-alat medis yang modern dan lengkap dalam Penanganan penyakit erosi serviks. Klinik Pandawa juga sudah cukup lama melayani pasien-pasien penyakit ginekologi, kulit dan kelamin. Rata-rata semua pasien merasakan puas dengan pelayanan dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter Klinik Pandawa, Hampir semua pasien tidak ada yang bermasalah setelah pengobatan, dan hasil pengobatan lebih maksimal. Jika memerlukan informasi pengobatan atau informasi lebih lanjut silahkan berkonsultasi Online Gratis pada dokter kami dengan cara klik banner di bawah ini.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Comment

   Konsultasi Online Gratis   

START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH