Bahaya dan Gejala Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis)

Bahaya dan Gejala Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis)

Penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) adalah salah satu penyakit kelamin pada wanita yang banyak diderita oleh wanita. kenali bahaya dan gejala nya.


Penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) adalah salah satu penyakit kelamin pada wanita yang banyak diderita oleh wanita. Wanita yang telah dan sering berhubungan seks cenderung beresiko terkena penyakit bartholinitis (abses bartholinitis). Pada bibir vagina wanita terdapat kelenjar bartholini yang berfungsi sebagai pelumas dan produksi lendir disaat berhubungan seksual. Kelenjar bartholini ini berada disepanjang bibir vagina. Apabila kelenjar bartholini ini tersumbat maka akan timbul benjolan di bibir vagina dan beresiko untuk terinfeksi menjadi abses bartholinitis (penyakit bartholinitis). Penyebab infeksi bisa berbabagi macam kuman seperti bakteri, jamur, parasit dan virus. Wanita dengan penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) akan sangat menderita sekali dan sakit sekali. Oleh karena itu perlu tindakan dan pengobatan yang cepat dan tepat. Penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) tidak bisa dianggap ringan dan sepele. Penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) bisa meluas dan menimbulkan vaginitis dan ulkus. Oleh karena itu waspadalah terhadap bahaya penyakit bartholinitis (abses bartholinitis). Mari simak apa itu penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) ? Apa saja penyebab dan faktor resikonya ? Apa saja gejalanya ? Bagaimana penanganan yang efektif dan tepat terhadap penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) ?

 

Apa itu Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Kelenja bartholini yaitu kelenjar yang terletak pada kedua sisi bibir vagina pada luar kelamin yang sering disebut dengan labia mayor. Kelenjar barholini ini mengeluarkan cairan yang berfungsi sebagai alat pelumas dalam melakukan hubungan seksual. Sedangkan penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) adalah infeksi yang terjadi pada kelenjar bartholini oleh karena ada sumbatan dan yang disertai dengan pembengkakan / radang di bagian luar kelamin. Terkadang pembengkakan kelenjar bartholini (penyakit bartholinitis) bisa disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sulit untuk berjalan.

 

Apa Penyebab Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Seperti yang dikatakan kelenjar bartholini mengeluarkan cairan, jadi mengapa bisa terjadi infeksi karena adanya penyumbatan pada kelenjar bartholini. Ada beberapa kuman penyebab infeksi terjadinya penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) seperti neisseria gonorrhoeae, escherichia coli, dan streptococcus. Kebanyakan untuk kasus ini juga dikaitkan dengan penyakit infeksi menular seksual. Terdapat juga beberapa penemuan lain seperti virus kutil kelamin (human papilloma virus) dan jamur (candida albican). Selain itu faktor kebersihan dari area kelamin dan anus sebagai faktor risiko terjadinya infeksi di kelenjar bartolini.

 

Apa Saja Gejala Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Pada umumnya keluhan pasien yang mengalami penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) antara lain adanya benjolan dan nyeri. Penyakit bartholinitis (abses bartholinitis)  cukup sering ditemui dan dapat berulang. Penyakit bartholinitis (abses bartholinitis)   bisa menjadi kista bartholini. Terkadang kista bartholini tidak selalu ditandai dengan gejala. Ada beberapa  ciri-ciri dan gejala penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) antara lain :

  • Labia mayor (bibir vagina) yang bengkak (besar atau kecil) terkadang disertai dengan kemerahan
  • Nyeri hebat
  • Demam dan menggigil
  • Adanya rasa tidak nyaman saat duduk dan berjalan
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Adanya keputihan yang gatal dan sakit buang air kecil
  • Adanya abses di dareah kelamin
  • Mengeluarkan cairan (nanah atau darah)

 

Bagaimana Menegakkan Diagnosis Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Penegakan diagnosis bartolinitis dapat berdasarkan anamanesis dan pemeriksaan fisik atau laboratorium sebagai penunjang dalam mendirikan diagnosis. Diagnosis dokter akan dapat akurat hanya berdasarkan data yang diperoleh seperti :

  • Anamnesa pasien riwayat hubungan seksual
  • Pemeriksaan bakteri terhadap cairan vagina dan nanah dari bibir
  • Melakukan pemeriksaan PCR
  • Gejala awal pasien seperti Pembengkakan dan rasa Nyeri
  • Tes massa (Biopsi) pada wanita yang berusia diatas 38 tahun

 

Apa Saja Bahaya Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Beberapa hal yang bisa menimbulkan bahaya dan dampak dari penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) antara lain :

  • Servicitis (peradangan atau infeksi serviks)
  • Infeksi berulang menyebar keseluruh tubuh dan darah (sepsis)
  • Mengakibatkan Radang panggul
  • Vaginitis (peradangan vagina)
  • Kelenjar bartholini akan semakin membesar
  • Dan parahnya bisa mengakibatkan Kemandulan

 

Bagaimana Pencegahan Pada Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi infeksi penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) antara lain :

  • Banyak mengkonsumsi air putih
  • Berhati-hati dalam penggunaan toilet umum
  • Membersihkan diri seperti menjaga miss V agar tidak lembab dan membersihkan setelah buang air kecil ataupun besar
  • Menghindari hubungan seksual yang berganti pasangan
  • Membersihkan alat kelamin setelah melakukan hubungan seksual
  • Menjaga kebersihan vagina
  • Mencegah penggunaan ventilyner bila tidak di perlukan
  • Hindari pemakaian celana dalam yang sangat ketat
  • Tidak mengkonsumsi beberapa obat (seperti; antibiotik, obat nyeri dan lain-lain).
  • Melakukan pemeriksaan atau kunjungan ke dokter bagian ginekologi jika mengalami keputihan yang tidak seperti biasanya
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk mempertahankan kekebalan daya tahan tubuh

 

Bagaimana Pengobatan Yang Efektif Dan Tepat Terhadap Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) ?

Untuk metode pengobatan penyakit bartholinitis (abses bartholinitis)  harus dilakukan langsung oleh dokter yang sudah ahli dan berpengalaman. Oleh karena itu jangan mengobati atau melakukan pengobatan sendiri tanpa ada anjuran dokter. Apabila anda mengalami beberapa gejala penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) diatas, anda perlu segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera agar menghindari terjadinya sepsis.

Dokter akan menjelaskan, penyebab penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) dan memberikan tindakan pengobatan yang tepat. Tidak sedikit wanita yang mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) langsung membeli obat tanpa adanya anjuran dokter. Namun, pengobatan yang seperti ini hanya akan menambah kondisi penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) bertambah parah. Pengobatan penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) terkadang tidak cukup dengan pemberian obat namun harus ada tindakan operasi apabila sudah terbentuk abses. Jika sembarangan mengambil tindakan juga dapat mengakibatkan kondisi penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) akan kambuh kembali.

 

Bagaimana Penanganan Penyakit Bartholinitis (Abses Bartholinitis) Di Klinik Pandawa ?

Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman dalam melakukan pengobatan penyakit bartholinitis termasuk tindakan operasi. Klinik Pandawa memiliki fasilitas yang sangat memadai serta alat-alat medis yang modern dan lengkap dalam penanganan penyakit bartholinitis (abses bartholinitis). Klinik Pandawa juga sudah cukup lama melayani pasien-pasien dengan penyakit bartholinitis (abses bartholinitis) dan penyakit ginekologi lainnya dan penyakit kelamin lainnya. Rata-rata semua pasien merasakan puas dengan pelayanan dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter Klinik Pandawa, Hampir semua pasien tidak ada yang bermasalah setelah pengobatan, dan operasi. Hasil operasi dan pengobatan menjadi lebih maksimal dan efektif. Jika anda memerlukan informasi pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi Online Gratis pada dokter kami dengan cara klik tombol TELP /WA / SMS pada tombol web. Kami siap dan dengan senang hati melayani anda. Privasi medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Comment

   Konsultasi Online Gratis   

START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH